KALIAN tantu pernah makan telur asin kan? Nah, tahukah kamu mengapa telut itu bisa asin? Apakah memang asin ”dari sononya”, dari unggas yang menelurkannya? Atau persisnya bagaimanakah cara membuat telur itu menjadi asin?
Ambillah sebutir telur, misalnya telur ayam, amati kulit telurnya, nampak ”keras” bukan? Tapi tahukah kamu bahwa kulit telur itu sebenarnya ”tembus” alias berpori-pori. Nah kenyataan inilah yang kemudian digunakan untuk membuat telur asin.
Bahan membuatnya cukup mudah, bisa dari abu kosok, atau tanah yang dicampur garam dan air. beberapa pembuat telur asim menggunakan sekam yang dibakar. Kemudian dibalutkan pada telur-telur yang masih mentah. Lalu telur yang dibalut ”lumpur garam” itu didiamkan selama lebih dari satu minggu.
Setelah lebih dari dua minggu (atau lebih), telur di bersihkan dari ”lumpur” nya, lalu di rebus. Jadi deh telur asin.
Ada juga lho cara membuat telur asin tanpa melaburnya dengan “abu gosok”. tapi “direndam” dalam toples berisi air garam. Prosesnya sama saja koq, yaitu “meresapkan” garam ke dalam telur.
Semua telur bisa di jadikan ”telur asin” namun kita sering menjumpai telur yang dijadikan telur asin adalah telur bebek yang berwarna kehijauan. Alasannya karena telur bebek memiliki ”kuning” telur yang ”lebih besar” dan berwarna terang menarik.
Ayo deh kamu coba membuat telur asin sendiri di rumah.***
(dari berbagai sumber)
http://b0cah.org/index.php?option=com_content&task=view&id=438&Itemid=40(foto :istimewa) |